Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….
Iwan Fals - Ibu
Liik diatas mungkis mengingatkan pada seseorang yang berarti bagi hidup kita. yaa, siapa dia?
Pernah tidak kalian berfikir tentang kehidupan kalian sedetik kedepan, semenit kedepan, sejam kedepan, atau bahkan beberapa tahun kedepan? berapa banyak kenangan-kenangan yang akan kalian lupakan dengan melewatinya begitu saja? terkadang hidup memang terlihat seperti orang memancing. layaknya ikan yang ada di dalam air yang tidak tampak, kita tidak pernah tahu seperti apa kehidupan kita beberapa waktu kedepan. yang kita bisa lakukan hanyalah mencoba merasakan dan bersiap dengan segala resiko yang ada, baik ataupun buruknya kehidupan. bagaimana dengan orang di sekitar kalian? orang tua, kerabat, teman, pacar? apakah mereka akan kekal menemani kalian sampai nanti? tentu saja tidak. semua akan kembali kepada-Nya suatu saat nanti. siap ataupun tidak kalian akan merasa kehilangan suatu saat nanti. yang kita bisa lakukan sekarang hanyalah berusaha memberikan sesuatu yang terbaik yang kita bisa berikan kepada orang-orang tersebut. contohnya saja ke orang tua, pernahkah kalian berandai-andai kehidupan kalian 20 tahun mendatang? bagaimana pekerjaan kalian? bagaimana wajah istri/suami dan anak kalian? bagaimana kekayaan kalian? dan bagaimana wajah-wajah ayah dan ibu kalian nantinya? kulit yang dulu kencang sekarang sudah mulai kendur, rambut yang dulu hitam sekarang memutih, badan yang dulu tegap sekarang membungkuk, tenaga yang dulu kuat sekarang renta, mata yang dulu mampu melihat dengan jelas sekarang mulai rabun, jemari yang dulu halus sekarang berubah menjadi kasar, suara yang dulu lantang sekarang mulai lirih, gigi yang dulu sehat sekarang mulai ompong, pendengaran yang dulu jelas sekarang mulai tidak, kaki yang dulu dapat berlari sekarang hanya duduk, jasmani yang dulu kuat sekarang terbaring lemah di atas tempat tidur. sanggupkah kalian bangun di tengah malam hanya untuk mengambilkan ibu kalian segelas air putih ketika dulunya ibu kalian rela bangun tengah malam hanya untuk menyusui kalian? sanggupkan kalian dengan sabar membopong ayah kalian ke kamar mandi ketika dulu ayah kalian dengan sabar pula mengajari kalian dari mulai berjalan hingga mengendarari kendaraan? terlihat begitu tulus dan iklasnya sayang yang mereka berikan untuk kita. dan sangatlah keterlaluan bagi kita untuk tidak menghargainya, dan sangat keterlaluan pula bagi kita membanding-bandingkan sayang dari kedua orang tua kita dengan sayang yang diberikan pacar kita. ketika kalian selalu mengingat tanggal jadian kalian, tetapi mengapa tanggal pernikahan ayah dan ibu kalian, kalian lupa? tanya saja tidak. sebegitu berartikah pacar kalian jika dibandingkan kedua orang tua kalian? sungguh sangat naif apabila pacar kalian sedang ulang tahun dan kalian berlomba-lomba untuk menjadi orang pertama yang memberika ucapan ke pacar kalian, sedangkan sewaktu ibu kalian ulang tahun kalian malah enak-enakan tidur tanpa memberikan satu pelukan manis sambil berkata selamat ulang tahun bu. sesungguhnya sayang yang benar-benar sayang hanya berasal dari kedua orang tua kalian, bukan dari teman kalian dan bukan dari pacar kalian. apa kalian yakin pasangan kalian tetap menyayangi kalian ketika wajah kalian sudah keriput termakan usia, ataupun rusak karena zat kimia? apa kalian yakin pasangan kalian memilih untuk merawat kalian sewaktu kalian terkena stroke dan kista ataupun malah memilih untuk kabur dari rumah dengan orang lain?
mungkin ini hanya gambaran kecil bagaimana kehidupan kalian di masa yang akan datang. bukan untuk mendiskriminasi seseorang apalagi menakut-nakuti kalian. ini merupakan langkah awal bagi kalian untuk mewarnai hidup kalian sedikit lebih berwarna dengan berusaha menjadi yang terbaik teruntuk orang-orang di sekitar kalian.