Sapu Angin 3, generasi ketiga mobil buatan mahasiswa ITS, kian menjanjikan. Tim mobil urban concept (mobil perkotaan) itu optimistis bahwa mobil yang mesinnya dicomot dari Honda Revo injeksi ini bisa menempuh jarak 300 km per liter bensin.
Mobil super irit karya itu diluncurkan di kampus ITS, Rabu (30/3). Ada tiga mobil yang diciptakan. Mobil-mobil ini akan diadu di tingkat internasional di Sirkuit Sepang Malaysia pada 6 – 9 Juli mendatang.
“Kami optmistis dengan pemutakhiran mesin, Sapu Angin 3 bisa melewati 300 km untuk satu liter bensin. Bodi kami pilihan bahan ringan dan mesin kita ambil dari Revo injeksi,” urai Anditya Yudistira, mahasiswa teknik mesin ITS yang juga tim Sapu Angin 3, usai peluncuran.
Dua Sapu Angin yang lain adalah prototype (mobi futuristik) dan urban concept bermesin diesel. Mereka disiapkan dalam ajang adu kendaraan hemat energi dunia bertajuk Shell Eco-maraton (SEM) Asia 2011.
Tahun lalu, Sapu Angin 3 berhasil menjadi juara dengan satu liter bensin mampu menempuh jarak 238 km. Mereka mengalahkan 10 negara yang lain. Seperti Thailand, Jepang, China, India, Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan, Pakistan, dan Iran. Tahun ini ada 14 negara.
Launching kemarin juga dihadiri Wali Kota Tri Rismaharini. Perempuan yang juga lulusan ITS ini tertarik dan ingin mengusung konsep teknologi Sapu Angin untuk transportasi massal. “Bisa untuk konsep angkutan kota. Kita akan gandeng bank untuk pendanaannya,” katanya.
Kepala Jurusan Teknik Mesin ITS Herman Sasongko menyatakan bahwa pihaknya yakin dengan kemampuan mahasiswanya. “Masih ada waktu untuk pemutakhiran teknologi dan penyempurnaan bodi mobil,” kata Herman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar