Minggu, 14 Agustus 2011

Bekal untuk para MAHASISWA

Untuk membentuk mahasiswa yang mandiri tentunya itu semua tergantung pada diri kita. Sejauh mana kita terikat oleh orang lain ataupun sebaliknya, tidak terikat dengan orang lain sama sekali. Jika kita benar-benar berniat menjadi mahasiswa yang mandiri, lakukanlah apa yang bisa kamu lakukan mulai sekarang. Untuk penilaiannya, tergantung pada bagaimana kita mengimplementasikan kemandirian itu yang kita terapkan pada  kegiatan sehari-hari misalnya pada saat berada di bangku kuliah. Contoh yang mudah ketika kita mendapat tugas dari dosen kita. Jika kita mengerjakan tugas itu sendiri, maka kita bisa dingolongkan mahasiswa mandiri, namun jika kita mengandalkan teman sewaktu mengerjakannya maka kita masih bukan tergolong mahasiswa yang mandiri. Dari contoh yang sederhana saja kita sudah bisa menilai sejauh mana kita mandiri ketika kita menjadi mahasiswa.
Integritas adalah suatu keadaan dimana lingkungan dapat menerima kita baik yang secara tersirat maupun tersurat, yang sebelumnya terlebih dahulu kita bisa memposisikan diri kita di hadapan publik. Salah satu cara untuk membentuk mahasiswa yang berintegrasi tinggi adalah selalu mengetahui bagaimana karakter lingkungan kita, dan bagaimana juga kita mengikuti alur yang ada pada lingkungan tersebut. Memang sangat sulit, namun dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan.
            Berpola pikir kritis adalah sebuah kewajiban dari mahasiswa. Dengan pola pikir yang jauh berbeda dari murid SMA atau SMP, tentunya hal ini menjadi suatu keharusan. Mahasiswa adalah tingkat tertinggi dari seseorang yang sedang menuntut ilmu. Tentunya pengembangan pola pikir kita sudah jauh berbeda. Kita tidak lagi berpedoman pada buku-buku referensi. Sebagai mahasiswa, kita bisa mengutak-atik apa yang telah ada sebelumnya. Contohnya ketika kita berhadapan dengan sebuah soal, kita tidak harus mengerjakannya dengan sama persis pada rumus-rumus yang telah kita dapat dahulu. Jadi pada intinya, sebuah soal yang akan menghasilkan rumus baru, bukan rumus yang menghasilkan soal.
            Berpola pikir solutif juga merupakan suatu kewajiban yang tidak kalah penting untuk mahasiswa. Dengan cara apa kita bisa mengatasi sebuah masalah dengan solusi yang sekiranya bisa diterima dengan akal sehat kita. Dengan kata lain, meskipun pola pikir mahasiswa sudah berpola pikir kritis, kita juga di tuntut untuk memberikan sebuah jalan keluar yang masuk akal dan secara logis bisa diterima dengan akal sehat orang-orang yang ada di sekitar kita. Kita tidak perlu terpengaruh dengan pola pikir kritis yang pada dasarnya kompleks, tidak masuk akal dan membingungkan. Untuk berpikir secara kritis dan solutif ada waktunya tersendiri. Dan jika keduanya bisa seimbang, maka kita sudah bisa mengembangkan pola pikir kita dengan status sebagai seseorang mahasiswa.
            Berbudi pekerti luhur juga merupakan salah satu kewajiban sebagai mahasiswa. Karena sebagai status pelajar yang tertinggi, kita seharusnya memberikan contoh kepada orang lain yang masih di bawah kita dalam faktor usia. Ilmu yang kita dapatkan bisa kita amalkan kepada orang lain melalui cara apa saja. Entah kita membuka les ataupun sebagainya. Apa saja yang kita dapat sekiranya hal itu baik maka segeralah untuk mengamalkannya, sedangkan yang buruk sebaiknya jangan kita ambil inti sarinya. sebagai mahasiswa kita juga akan menjadi panutan nantinya, apabila mahasiswa sudah bobrok sejak awal, maka dapat dipastikan negeri yang mereka diami akan bobrok juga. masih ingatkah reformasi pada tahun 1998? itu bukan merupakan suatu kegagalan mahasiswa, kejelekan ahlak, ataupun kemunafikan semata melainkan suatu tindakan cerdas, kritis terhadap keadaan. selalu tanamkan bahwa mahasiswa berada pada garis terdepan pada suatu perubahan.
            Dari semua uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk membentuk karakter mahasiswa yang mandiri, berintegrasi tinggi, berpola pikir kritis dan solutif serta berbudi luhur tergantung dari masing-masing individu. Bagaimana cara kita memaksimalkan kemampuan kita dalam mengembangkan sebuah potensi yang ada pada diri kita. Niat yang kuat juga mendasari kita. Ibarat sebuah bangunan, maka niat itu adalah pondasinya. Selama niat kita baik dan kita yakin untuk melakukannya, kita pasti bisa. dan selalu ingat pula peran fungsi mahasiswa (4) yaitu sebagai : agent of change, social control, moral force, dan iron stock.

6 komentar:

  1. sayank nya zaman skrg mulai berkurang mahasiswa yg berpikir kritis.

    BalasHapus
  2. tenang, berpikir kritis bisa dilatih. kuncinya cuman satu, peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap hal-hal kecil. yang terpenting jangan sampai pikiran kritis itu menjadikan kita semacam orang yang lebay, harus bisa memposisikan diri intinya.

    BalasHapus
  3. iyuu.. tp punyamu gag muncul foto e mas.. apa hrus tk follow dulu???

    BalasHapus